Showing posts with label belajar hidup. Show all posts
Showing posts with label belajar hidup. Show all posts

Sunday, May 26, 2013

Pasang Box Motor Tapi Tidak Egois

sumber: motorplus
 Pada kendaraan roda dua alias sepeda motor, terdapat banyak keterbatasan disamping keunggulannya dibandingkan dengan roda empat. Yang sangat mendasar yaitu, kurang memadainya space bagasi untuk membawa atau menyimpan barang di atas kendaraan tersayang. Apalagi apabila anda hobi berkendara jarak jauh menggunakan roda dua atau touring bersama komunitas, alhasil anda harus memiliki solusi untuk hal yang satu ini.

Sudah umum, pengendara sepeda motor jarak jauh memanfaatkan adanya tambahan atau ekstra bagasi atau box untuk sepeda motor untuk menunjang kebutuhan mereka. Macam ukuran, merk, tipe dan harga banyak tersedia di pasaran. Seperti dibahas di link ini yang dikutip dari Republika. Bahkan, sekarang ini penggunaan ekstra bagasi ini juga diterapkan untuk keseharian berkendara, karena manfaatnya juga terasa untuk pemilik helm dan jaket yang berharga lumayan ketika kendaraan diparkir di tempat umum. Dan untuk membawa berbagai barang yang selalu anda bawa ketika berangkat kerja misalnya.

Tapi, ada minusnya juga masbro,,

sumber: motorplus
Tidak jarang terjadi kecelakaan akibat pengendara lain tidak sengaja bersenggolan dengan box yang terpasang gagah dan manis di sepeda motor kesayangan. Tidak sedikit juga yang sampai kehilangan nyawa karenanya.

Hal terpenting bila anda menggunakan ekstra bagasi ini yaitu menjaga perilaku berkendara anda agar tidak merugikan pengendara atau pengguna jalan lain baik roda dua atau roda empat dan pesepeda atau pejalan kaki. Saya yakin, anda bukan orang bodoh yang hanya ingin gagah-gagahan dengan box tersebut khan..



Saya sendiri juga memasang box yang saya manfaatkan untuk berbelanja bulanan atau untuk perjalanan jauh ketika mengunjungi orang tua yang tinggal di luar kota dengan menggunakan sepeda motor. Terkadang saya juga memasang sidebag berbahan kain sebagai tambahan, apabila sepulangnya dari tempat ortu tidak digunakan bisa dilipat atau dilepas.

Lebih baik lagi bila pada area belakang bagasi ditambahkan lampu yang berfungsi untuk sign apabila motor anda akan berbelok atau berhenti. Karena dengan adanya box di buntut motor, fungsi stoplamp dan sign yang standar menjadi tidak maksimal karena terhalang box itu sendiri. Tidak disarankan menggunakan lampu yang malah menyilaukan mata. Karena ingin gaya, bisa jadi malah membuat pengendara dibelakang anda celaka seperti kecelakaan akibat lampu yang dialami masbro di link ini.

Jadi, marilah kita menjaga keselamatan sesama pengguna jalan dengan tidak menjadi pengendara yang egois.

Safety First.







Saturday, May 25, 2013

Mahir Berkendara Tidak Harus Terlihat Mahir

Terkadang sebagai manusia kita lupa kalau kita memang hanya manusia. Yang diberikan kesempatan untuk merasakan hidup, menjalani dan menghargai kehidupan.

Dalam keseharian kita selalu menjaga diri agar tidak celaka saat beraktifitas dalam rentang waktu 24jam setiap harinya. Saat berkendara, saat bekerja dan sebagainya. 

Saat berkendara misalkan mengendarai sepeda motor, kita merasa sudah sangat hati2, menghindari diri dari kecelakaan lalu lintas. Tapi tanpa disadari sebenarnya kita juga bisa mencelakai pengedara lain atau pengguna jalan lain. Misalnya, saat berangkat kerja pagi hari, seringkali terburu-buru agar tidak terlambat masuk kantor. Mengandalkan skill berkendara yg menurut pribadi sangat baik sehingga memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi, meliuk-liuk ditengah kemacetan tanpa memperhatikan pengendara lain atau pengguna jalan lain.. yang penting hati-hati dan selamat sampai kantor, katanya.

Padahal disekitar kita belum tentu mereka memiliki kemampuan berkendara yang sama baik dengan kita. Dan meskipun handal mengendarai sepeda motor, belum tentu mereka dalam posisi yang bisa bereaksi cepat menghadapi perilaku berkendara kita karena beberapa hal yang mungkin ada, sedang memboncengi wanita hamil misalnya, atau sedang memboncengi orang sakit, orang tua atau baby.. atau tak jarang ada pengendara yang dalam kondisi tubuh tidak fit. Sehingga, sangat memungkinkan mereka malah bisa celaka karena kita.

Hampir tidak pernah kita tidak mendengar ada kecelakaan lalu lintas. Di media cetak dan online selalu ada saja yang terjadi. Kecelakaan akibat kelalaian atau murni menjadi korban kecelakaan padahal sudah berhati-hati,, sampai kehilangan nyawa.

Maka dari itu, wahai pengendara kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun roda empat, renungkanlah.. bahwa kita hanya manusia.. bukan Tuhan atau dewa. Segalanya mungkin saja terjadi diluar dugaan kita.

Mungkin kita merasa tidak masalah kalau terluka sedikit karena terjatuh dari sepeda motor, atau cat mobil lecet sedikit karena tergores karena bisa mengasuransikannya. Tapi coba fikirkan, apabila yang dirugikan adalah orang lain, pengguna jalan lain, atau pengendara lain, hingga mengakibatkan kematian, bagaimana dengan keluarga yang ditinggalkan?

Anda seorang anak? Anda seorang Ayah? Seorang Ibu? Kakek? Nenek? Atau seorang sahabat? Seorang suami atau istri? Pernahkah anda merasa kehilangan karena ditinggalkan selamanya akibat orang yang anda cintai, sayangi, menjadi korban kecelakaan lalu lintas?

Belum lama, saya melihat ada seorang ibu yang histeris disisi jalan akibat dia dan anaknya yang sedang menyeberangi jalan yang cukup padat tertabrak sepeda motor yang sengaja melawan arus demi menghindari kemacetan di simpang empat jalan raya Ragunan Pasar Minggu. Dia histeris karena yang terluka cukup parah adalah anaknya yang masih berusia sekitar 3 tahun..luka dikepala. Sedangkan si pengendara yang wajahnya tampak alim tsb? Dia terjatuh, tidak terluka, namun hanya tercengang karena shock, sebelum ada orang menghakimi.. memukul dan menendangnya berkali2. Entah bagaimana nasib ibu dan anak itu selanjutnya.

Renungkanlah wahai pengendara. Hargai pengguna jalan lain, meskipun tidak jarang kita sendiri tidak dihargai. Mungkin kita yang harus memulai dan lebih dahulu mengalahkan ego, sebelum kesempatan hidup kita berakhir dengan sendirinya.

Kita hanya manusia.