Thursday, August 13, 2015

Tak Bisa Berenang? Uitemate Teknik Mengapung Di Air Yang Menyelamatkan Jiwa

Berenang merupakan hal seru dan mengasyikan bagi banyak orang. Namun tidak sedikit pula yang memposisikan kegiatan air tersebut menakutkan. Bahkan, ketakutan tersebut membuat ogah belajar berenang. Padahal banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari kegiatan air ini. 

Selain berolah raga, orang yang mampu berenang memiliki peluang menyelamatkan diri sangat besar ketika terjadi musibah air.
Misalnya kebanjiran, atau musibah perahu terbalik, akan sangat membantu bila kita memiliki kemampuan berenang.

Namun, sebenarnya ada teknik yang wajib diketahui, baik bagi perenang atau yang tidak bisa atau takut berenang. Dimana teknik yang ditemukan di Jepang oleh profesor Hidetoshi Saito karena terinspirasi oleh daun yang mengapung ini, berhasil menyelamatkan banyak jiwa.




Seperti diceritakan disini, ketika bencana besar seperti tsunami tiba-tiba memporak-porandakan daratan Jepang, begitu banyak korban jiwa berjatuhan.

Dalam musibah tersebut, ternyata teknik yang dinamakan Uitemate ini digunakan oleh siswa SD di Perfektur Miyagi, ketika mereka terjebak di dalam gedung olah raga di tengah tsunami, dan selamat. Dan teknik mengapung ini sebelumnya sudah disebarkan ke penjuru Jepang, hingga saat ini di Indonesia pun mulai tersebar.

Bagaimana menerapkan teknik ini?

Prinsipnya sederhana, yaitu tenang dan tidak panik ketika terjatuh ke air. Cobalah sesantai mungkin. Karena panik hanya membuat anda melakukan gerakan yang justru membuat anda cepat tenggelam.

Pandangan menghadap ke atas, agar bisa bernafas dengan normal. 

Lalu rentangkan tangan dan kaki anda dengan rileks.

Apabila terjatuh dalam kondisi memakai pakaian dan sepatu, biarkan sepatu tetap terpasang, karena masa jenisnya bisa membantu tubuh tetap mengapung.

Apabila anda menemukan benda mengapung seperti tas atau botol minum, cobalah dekap di dada.

Jangan melambai-lambaikan tangan, karena bisa membuat anda tenggelam. 

Tetaplah tenang hingga bantuan datang.

Yang terpenting, janganlah pernah berputus asa. Teruslah mencoba bertahan dalam kondisi ini, serileks mungkin.

Demikian, pelajarilah teknik ini bersama anggota keluarga yang kita sayangi, dan sebarkanlah karena bisa mebyelamatkan nyawa mereka. 

Semoga bermanfaat.